3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
Oleh Umi Nandiroh
CGP Angkatan 4 Kab Nganjuk
Sebagai calon guru penggerak harus bisa menjadi “Pembelajar yang Merdeka. Seorang guru penggerak mempunyai 4 kompetensi yaitu harus harus menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong pembelajaran yang berpihak pada murid, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain dan mendorong kolaborasi antara guru.dan mewujudkan kepemimpinan murid.Dalam menjalankan itu semua ada beberapa nilai yang harus ada dalam diri guru penggerak yaitu mandiri. Reflektif, kolaborasi, inovatif dan,berpihak kepada murid.
Perubahan yang positif dan konstruktif di sekolah biasanya membutuhkan waktu dan bersifat bertahap. Oleh karena itu, sebagai pemimpin, terus berlatih mengelola diri sendiri sambil terus berupaya menggerakkan orang lain yang berada di dalam pengaruh saya untuk menjalani proses perubahan ini bersama-sama. Hal ini perlu dilakukan dengan niatan belajar yang tulus demi mewujudkan visi sekolah.
Menumbuhkan budaya positif dengan memberikan wawasan tentang Perubahan Paradigma -Stimulus Respon lawan Teori Kontrol, Arti Disiplin dan 3 Motivasi Perilaku Manusia, Keyakinan Kelas, Hukuman dan Penghargaan,5 Kebutuhan Dasar Manusia. serta 5 Posisi Kontrol.
Adapun Pembelajaran yang berpihak kepada murid dengan memenuhi kebutuhan belajar murid menggunakan pembelajaran berdiferensiasi Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Memetakan murid berdasarkan kesiapan belajar siswa “, minat belajar siswa, profil belajar murid termasuk didalamnya Visual auditori kinestetik.
Pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh dalam mewujudkan kesejahteraan hidup. Kebahagiaan adalah pada saat kita dapat menghargai apa yang ada di sini dan sekarang dan dapat membangun hubungan maupun kerja sama dengan orang lain atas dasar hormat dan saling menghargai” Ada 5 kompetensi Kesadaran diri. Pengelolaan emosi, Kesadaran sosial, Ketrampilan berelasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Disamping itu juga melaksanakan praktek coaching dengan murid maupun komponen sekolah yang lainnya. Hal tersebut dimaksudkan untuk menggali dan melejitkan potensi yang dimiliki.
1. Mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh pada program guru penggerak.
Semua pengetahuan yang diperoleh dalam program guru penggerak akan diterapkan dalam: Pembelajaran, sesama teman guru dan komponen sekolah lainnya
Dalam mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam program guru penggerak tentunya ada yang mendukung dan ada yang belum mendukung. Hal ini terjadi kemungkinan karena masih menggunakan paradigma lama, terbatasnya waktu ataupun merasa pada zona yang aman sehingga tidak mau menerima perubahan.
1.a. Untuk itu saya harus mengambil keputusan yang tepat dengan menerapkan 4 paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yaitu :
1.a.1 Individu lawan masyarakat (individual vs community)
1.a.2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
1.a.3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
1.a.4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term).
1.b. Disamping itu juga menerapkan tiga prinsip dalam mengambil keputusan yaitu:
1.b.1 Berpikir Berbasis Hasil Akhir ( Ends-Based Thinking ) yaitu pengambilan keputusan yang ditentukan dari hasil dari suatu tindakan.
1.b.2 Berpikir berbasis peraturan (rule-Based-Thinking)
1.b.3 Berpikir Berbasis Rasa Peduli ( Care-Based Thinking)
1.c. Dalam Mengambil keputusan dan menguji keputusan yang akan diambil ada 9 langkah yaitu :
1.c.1 Mengenali nilai nilai yang saling bertentangan.
1.c.2 Menentukan siapa yang terlibat dalam kasus ini
1.c.3 Kumpulkan fakta fakta yang relevan dengan situasi ini.
1.c.4 Pengujian benar atau salah yang meliputi :
1.c.4.1.1. Uji Legal jika melanggar hukum, maka berarti salah melawan salah. Sehingga pilihannya mematuhi hukum atau tidak, bukan lagi keputusan yang berhubungan dengan moral.
1.c.4.1.2. Uji Regulasi/Standar Profesional Berhubungan dengan pelanggaran peraturan atau kode etik.Uji Intuisi Langkah ini mengandalkan tingkatan perasaan dan intuisi dalam merasakan apakah ada yang salah dengan situasi ini. Uji intuisi ini akan mempertanyakan apakah tindakan ini sejalan atau berlawanan dengan nilai-nilai yang diyakini.
1.c.4.1.3 Uji Intuisi berhubungan dengan berpikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking) yang bertanya tentang prinsip-prinsip yang mendalam, bukan konsekuensi
1.c.4.1.4 Uji Halaman Depan Koran. Yaitu Apa yang akan dirasakan bila keputusan ini dipublikasikan pada halaman depan dari koran dan sesuatu yang merupakan ranah pribadi tiba-tiba menjadi konsumsi masyarakat?
1.c.4.1.5 Uji Panutan/IdolaDalam langkah ini, Anda akan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh seseorang yang merupakan panutan Anda, misalnya ibu Anda. Tentunya di sini fokusnya bukanlah pada ibu Anda, namun keputusan apa yang kira-kira akan beliau ambil, karena beliau adalah orang yang menyayangi Anda dan orang yang sangat berarti bagi Anda.
Terdapat tiga uji yang sejalan dengan prinsip pengambilan keputusan yaitu:
1.c.4.2.1. Uji Intuisi berhubungan dengan berpikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking) yang bertanya tentang prinsip-prinsip yang mendalam, bukan konsekuensi
1.c.4.2.2. Uji publikasi, sebaliknya, berhubungan dengan berpikir berbasis hasil akhir (Ends-Based Thinking).
1.c.4.2.3. Uji Panutan/Idola berhubungan dengan prinsip berpikir berbasis rasa peduli (Care- Based Thinking), dimana ini berhubungan dengan golden rule yang meminta meletakkan diri Anda pada posisi orang lain.
Bila situasi dilema etika yang dihadapi, gagal di salah satu uji keputusan tersebut atau bahkan lebih dari satu, maka tidak mengambil resiko membuat keputusan yang membahayakan atau merugikan diri, karena kemungkinan situasi yang dihadapi bukanlah situasi moral dilema, namun bujukan moral.
1.c.5 Pengujian Paradigma Benar lawan Benar
1.c.6. Melakukan Prinsip Resolusi , yang terdiri dari 3 prinsip berpikir yaitu:
1.c.6.1. Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
1.c.6.2. Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
1.c.6.3. Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
1.c.7. Investigasi Opsi Trilema Mencari opsi yang ada di antara 2 opsi.
1.c.8. Buat Keputusan
1.c.9. Tinjau lagi keputusan dan refleksikan
2. Langkah-langkah awal yang akan Saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?
Hal diluar dugaan adalah saya merasa terjebak dengan contoh kasus dimana saya kategorikan bujukan moral ternyata adalah dilema etika. Sehingga otomatis keputusan yang saya buat belum tepat karena menganggap bujukan moral padahal masalah dilema etika.
Ketika menghadapi dilema etika, kadang kadang perlu tidak mematuhi aturan untuk kebaikan yang lebih banyak.Kadang sebagai guru menghadapi dilema ketika harus bisa mengambil keputusan karena ternyata ada 3 atau 4 anak yang belum mengerti pelajaran, sedangkan sebagian besar sudah siap melanjutkan materi berikutnya. Kadang kita harus membuat keputusan walaupun melanggar/ membengkokkan aturan karena belas kasihan, semisal kita terlambat datang kesekolahkarena ada orang tua yang jatuh, sehingga kita harus mendahulukan menolong orang tua walaupun nanti terlambat datang kesekolah.Kadang kita juga harus menutupi kebenaran karena menolong teman dengan tujuan baik.kadang kita juga harus memilih apakah mempergunakan uang untuk membeli baju, ataukah uang tersebut digunakan ataukah untuk ditabung.
Untuk mengambil keputusan yang penting dilakukan adalah melakukan 9 langkah dengan sebaik baiknya. Disinilah kita perlu bijaksana agar keputusan yang kita ambil dapat tepat Dan dalam pengambilan keputusan, akan melahirkan opsi trilema untuk memberikan alternatif permasalahan dengan sebaik baiknya.
Sebelum mempelajari modul ini, pernah menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi moral dilema yaitu saya menyakinkan guru guru bahwa anak tersebut sudah berubah, agar dinaikkan kelas. Pada waktu itu saya hanya kasihan dan ingin melakukan agar masa depannya baik. Sekarang saya baru tahu bahwa tindakan saya tersebut termasuk dilema etika.
Sebelum mempelajari modul ini adalah saya membuat keputusan selalu karena patuh terhadap aturan. Setelah mempelajari modul ini saya memegang Prinsip Resolusi , yang terdiri dari 3 prinsip berpikir yaitu: a.Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking) b.Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) c. Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking), Sehingga keputusan yang saya buat luwes dan untuk kebaikan bersama.
Berdasarkan pengalaman tersebut ,langkah-langkah awal yang akan Saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran adalah sebagai berikut :
2.a. Membuat jadwal rencana untuk mengambil keputusan yang tepat sebagai pemimpin pembelajaran agar semua komponen sekolah mau menerpkan pembelajaran yang berpihak kepada anak.
2.b.Mengidentifikasi masalah berdasarkan 4 paradigma dilema etika, ketiga prinsip dilema etika, dan 9 langkah pengujian keputusan pada masalah yang ada.
2.c. Menyelesaikan masalah berdasarkan 4 keempat paradigma dilema etika, ketiga prinsip dilema etika, dan 9 langkah pengujian keputusan pada masalah yang ada.
2.d. Meminta umpan balik dari berbagai pihak untuk perbaikan pengambilan keputusan yang tepat.
2.e.Mengevaluasi Keputusan yang sudah dibuat dari berbagai pihak untuk perbaikan pembuatan keputusan selanjutnya.
3. Saya mulai menerapkan langkah-langkah tersebut :
hari ini dan sampai tujuan saya berhasil yaitu semua komponen sekolah
setuju dan mau menerapkan pembelajaran yang berpihak kepada anak.
4. Yang akan menjadi pendamping saya, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran adalah :
a. Teman Guru
b. Komunitas Praktisi
c. Saran dari Murid
d. Saran dari Orang tua
e. Pemangku kebijakan di sekolah
5. Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Saya untuk menentukan apakah langkah-langkah yang saya ambil telah tepat dan efektif.adalah Ibu Laela. Karena dari beliaulah saya banyak belajar dan saling berbagi dan mengoreksi jika ada kekurangan ataupun kelebihan

Komentar
Posting Komentar